Sardiman (2008:73) mengartikan motif sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivits-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan.  Sardiman (2008:75) bahwa kaitannya dengan kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang  menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberi arah kegiatan belajar, sehingga tujuan yang diharapkan oleh subjek belajar dapat dicapai. Hal ini senada dengan yang dikemukakan oleh Mc. Donald (dalam Hamalik, 2004:173). “Motivasi is a energy change within the person characterirized by affectivearousal and anticipatory goal reactions.” Motivasi adalah suatu perubahan energy di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya efektif dan reaksi untuk mencapai tujuan

Motivasi merupakan suatu kondisi yang menggerakkan peserta didik agar mampu mencapai tujuan dari motifnya.  Motivasi adalah kekuatan yang ada dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mempunyai inisiatif untuk melakukan sesuatu dan berperilaku tertentu. Akar permasalahannya adalah kebutuhan. Kebutuhan adalah kondisi yang dialami seseorang berkaitan dengan kelangkaan/ketidak cukupan/ketidak lengkapan tentang sesuatu pada situasi/saat tertentu. Tujuan adalah kondisi ideal yang diinginkan yang akan memberikan manfaat untuk memuaskan kebutuhan. Kebutuhan dan tujuan merupakan dua hal yang penting dilakukan untuk dapat memotivasi seseorang. Peserta didik tidak akan memiliki kebutuhan ketika tidak ada tujuan yang ingin dicapai dan tujuan tidak akan memotivasi peserta didik ketika peserta didik tidak melihat adanya kebutuhan untuk mencapai tujuan.

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan sesorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; 2) adanya dorongan dan kebutuhan belajar; 3) adanya harapan dan cita-cita masa depan; 4) adanya penghargaan dalam belajar; 5) adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; 6) adanya lingkungan belajar kondusif, sehingga memungkinkan seseorang peserta didik dapat belajar dengan baik (Hamzah, 2010: 23).

Ada tes baku motivasi belajar dari Paul R. Pintrich, David A. F. Smith, Teresa Garcia, and Wilbert J. McKeachie dalam tulisannya “A Manual for the Use of the Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). dan bisa diadaptasi sesuai dengan situasi dan kondisi dilapangan (sekolah)… Untuk download Format test  silakan Klik Disini