1. 1.     Pengertian Media

Menurut Arsyad (2002), kata media berasal dari bahasa latin ‘mediusyang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’, atau ‘pengantar’. Menurut Bovee yang dikutip Oda (2001), media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Dengan demikian media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.

Menurut  Gerlach & Ely (1971:415)  media merupakan perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Association of Education and Communication Technology (AECT) dalam (Arsyad ,2007:3) memberi batasan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan peasan atau informasi. Media mempunyai kegunaan dapat memperjelas pesan agar tidak terlalu verbal. Media dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra. Dengan media akan menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara pembelajar dengan sumber belajar, memungkinkan pembelajar belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.

Secara umum media pembelajaran dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu media pandang (visual aids), media dengar (audio aids) dan media dengar ­pandang (audio-visual aids). Media pandang dapat berupa benda-benda alamiah, orang dan kejadian; tiruan benda-benda alamiah, orang dan kejadian; dan gambar benda-benda alamiah, orang dan kejadian (Arsyad, 2002). Media yang sering dipergunakan dan cukup populer adalah penggabungan antara media audio  dan media video, sehingga  dikenal dengan audio-video media atau kadang disebut dengan audio-visual aids. Dimulai dari media pembelajaran  IPS inilah tercipta suatu media pembelajaran dalam bentuk audio visual. Media pembelajaran audio visual dapat dihadirkan dengan bantuan komputer yang memungkinkan suatu bentuk media pembelajaran yang menarik.

Menurut Martin dan Briggs (1986) mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan si-belajar. Hal ini bisa berupa perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977: 22) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977: 87) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya.

Dalam pembelajaran suatu media sangat berperan penting. Media pembelajaran mempunyai kontribusi yaitu: penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar, pembelajaran dapat lebih menarik, pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar, waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek, kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan, proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan, sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan, peran guru berubah kearah yang positif. Dengan demikian suatu media pembelajaran harus dapat berfungsi untuk kepentingan pembelajaran, berperan menggantikan fungsi dan tugas-tugas dalam pembelajaran, sehinggga bisa memberi  manfaat lebih bagi peseta didik.

Media pembelajaran sangat diperlukan oleh guru sebagai sarana untuk memperjelas penyampaian pelajaran pada siswanya dalam membantu peserta didikuntuk memahami pelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Banyak pengertian yang diberikan orang tentang media pembelajaran diantaranya Pendapat Smaldino, Lowther dan Russel (2008: 6) yang menyatakan bahwa:

Media, the plural of medium, are means of communication. Derived from theLatin medium (“beetween”), the term refers to anything that carriesinformation beetween a source and a receiver. Six basic categories of mediaare text, audio, visuals, video, manipulatives (objects), and people. Thepurpose of media is to facilitate communication and learning.”

Ruang lingkup media sangat luas tidak hanya alat pembelajaran yangbiasanya berupa model, benda, gambar, tetapi lebih dari itu, media adalah segalasesuatu atau komponen yang memperjelas materi pelajaran, seperti ungkapan yangdikemukakan oleh Lawrence Grossbreg, Ellen Wartella. D. Charles White (2002:104) sebagai berikut:

Some people assume that the media are simple technologies that can be described in terms of the hardware of production tramsmission andreception, but don’t that way because media include cover entire/allcomponent able to be used by teacher to clarify lesson items “.

Sebagian orang berasumsi bahwa media itu hanya teknologi yang dapat diuraikan dalam kaitanya dengan perangkat keras, transmisi, produksi, dan penerimaan. Namun tidak demikian karena media mencakup seluruh komponen yang dapat digunakan guru untuk memperjelas materi pelajaran.

Brown (1973: 63) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke-20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.

Salah satu definisi yang menjelaskan tentang media yaitu seperti yang dikemukakan oleh Depdiknas (2004:15) yang menyatakan bahwa suatu medium (jamak: media) adalah perantara/pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Dalam kaitannya dengan pengajaran-pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar. Sebagai contoh yaitu: video, televisi, komputer, diagram, bahan-bahan tercetak, dan guru. Itu semua dapat dipandang sebagai media jika medium itu membawa pesan yang berisi tujuan pengajaran. Selanjutnya dikatakan pula bahwa dalam kaitannya dengan model sistem pengembangan pengajaran, interaksi guru dan siswa dengan menggunakan media dan sumber-sumber belajar siswa pada hakekatnya juga merupakan media.

Kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi. Proses komunikasi diciptakan melalui kegiatan tukar menukar pernyataan-pernyataan oleh guru maupun murid. Dalam proses komunikasi agar tidak terjadi kesalahan arah, maka perlu digunakan sarana pembantu yang disebut media. Menurut Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah setiap orang atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar, mengajar cenderung diartikan sebagaialat-alat grafis, photografis, atau elektronis, untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.

Untuk selengkapnya silakan Klik Disini…